Edan! Profesi Jadi Pelatih Seks

Pasangan yang tidak puas dengan kehidupan seksnya, kini dapat mencoba alternatif baru. Yaitu menggunakan jasa pelatih seks. Tugas dari seorang pelatih seks adalah mengamati pasangan selama bercinta, menilai setiap gerakan dan memberi instruksi agar pasangan dapat bercinta lebih baik dan mendapat
kepuasan utuh.

Seperti dilansir dailymail, Rabu (28/11/12). Pasangan suami istri, Aniel McGuinness (29) dan Jourdan (29) asal New York menyewa seorang pelatih seks setelah menyadari kalau kehidupan seksnya mulai tidak menyenangkan.

Edan! Profesi Jadi Pelatih Seks

Aniel dan suami, rela mengeluarkan uang sebesar US$ 240 atau sebesar Rp 2,2 juta untuk menyewa Amaranth, seorang pelatih seks, selama keduanya melakukan hubungan seks.

Amaranth hanya duduk di sofa, memperhatikan kedua pasangan tersebut ketika sedang berhubungan seks. Jika dirasa Amaranth kurang pas, ia akan meminta pasangan berhenti sejenak dan memberikan saran-saran ke pasangan tersebut, lalu meminta pasangan itu untuk melakukan hubungan seks sesuai instruksi
yang ia berikan.

Aniel awalnya mengaku gugup ketika sedang berhubungan seks dipantau oleh orang lain. Tapi, Analie tak memungkiri, setelah ia mengikuti saran yang diberikan Amaranth, ia lebih bersemangat dan mampu orgasme lebih baik.

Disinggung soal pekerjaannya yang dirasa aneh, Amaranth (36 tahun), justru merasa bangga dengan apa yang ia kerjakan sekarang.

Amaranth bercerita kalau ia memulai bisnisnya sekitar dua tahun lalu setelah hubungannya dengan pelatih seks Betty Dodson yang berusia lebih tuanya darinya usai.

Dengan Dodson sebagai mentor, diketahui kalau Amaranth telah mengajari sekitar 200 klien dari seluruh dunia. Sebagian besar berusia 20-an tahun.

Ia pun menjelaskan bahwa metode terapi seksnya seperti seorang koki yang mengajar orang membuat makanan. Para kalien dibebaskan memilih ‘sesi bicara’ via skype atau chat online dengan biaya US$ 175 atau sekitar Rp 1,7 juta per jam.

Selain itu, Amaranth juga menyediakan sesi praktik, dengan membantu pasangan atau lajang memperoleh kenikmatan seks sendiri atau satu sama lain dengan memberi saran dan dorongan.

Ada juga pasien lain Amaranth yang mengaku dirinya mengambil sesi pelatihan untuk lajang. “Saya sebenarnya tidak memiliki masalah disfungsi pada seks atau lainnya. Tapi, bila berhubungan dengan seks saya sering kali kecewa,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, “Tidak adil hanya mengharapkan pria untuk memimpin dalam seks, kita perlu melakukan sesuatu. Saya ingin mempersenjatai diri dengan informasi dan keterampilan sebanyak yang saya bisa”.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

[Sumber]

Iklan

Posted on 28 November 2012, in Dunia and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: