Inilah 15 Jenis Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Surakarta – Komisi Nasional Anti-kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengadakan kampanye 16 hari anti-kekerasan terhadap perempuan mulai 25 November hingga 10 Desember 2012. Tahun ini, tema yang digunakan adalah kekerasan seksual terhadap perempuan.

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Siti Maesaroh, mengatakan, kekerasan seksual terhadap perempuan tidak hanya berupa pemerkosaan. “Ada 15 jenis kekerasan seksual ke perempuan,” ujarnya di sela diskusi tentang kekerasan terhadap perempuan di Surakarta, Kamis, 29 November
2012.

Selain pemerkosaan, ada pelecehan seksual, eksploitasi seksual, penyiksaan seksual, perbudakan seksual, ancaman atau percobaan pemerkosaan, prostitusi paksa, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan perkawinan, perdagangan perempuan untuk seksual, dan pemaksaan kontrasepsi.

Dia mengatakan, hukum di Indonesia baru bisa menyentuh tindak kekerasan seksual berupa pemerkosaan. Sedangkan untuk jenis kekerasan seksual lainnya, pelakunya relatif sulit dihukum karena tidak tercantum dalam hukum pidana.

“Kalaupun ada, masih terpisah-pisah. Contohnya pemerkosaan suami terhadap istri tercantum di Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga,” katanya.

Salah satu solusi agar 15 jenis kekerasan seksual itu masuk dalam hukum pidana, pihaknya sejak 2010 sudah mengusulkan agar ada Undang-Undang Kekerasan Seksual. UU tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia. Dia mendesak

Dewan Perwakilan Rakyat memasukkan usulan Komnas Perempuan untuk pembahasan RUU Kekerasan Seksual.

Komnas Perempuan sepanjang 2011 menerima 4.377 laporan tentang kekerasan seksual terhadap perempuan. Dengan kata lain, setiap hari ada 12 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. Kasus kekerasan seksual paling sering terjadi di ruang publik dengan 2.937 kasus.

Bentuk kekerasan seksual yang kerap terjadi seperti pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, pelecehan seksual, pemaksaan aborsi, eksploitasi seksual, prostitusi paksa, dan kontrol seksual.

Selama 16 hari anti-kekerasan terhadap perempuan, Komnas Perempuan berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Riau, Bengkulu, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Ambon. Tahun ini, ada 110 organisasi di 51 kabupaten/kota di 22 provinsi yang menyelenggarakan hari anti-kekerasan terhadap perempuan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Iklan

Posted on 29 November 2012, in Peristiwa and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: