Astaga..! Tiga petugas Imigrasi Jakpus Ini Melakukan pemerasan WNA asal China Rp 2,25 M

Enam dari tujuh pelaku penipuan dan pemerasan terhadap dua Warga Negara Asing asal China berhasil ditangkap aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tiga orang staf kantor imigrasi di Jakarta Pusat pun ikut terlibat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan tiga staf Kantor imigrasi Jakarta Pusat berinisial AR, AW dan HMD.

“Ketiganya sudah puluhan tahun sebagai staf Pengawas dan Penindakan Imigrasi Jakarta Pusat,” ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/12).
Kejadian berawal, lanjut Rikwanto, saat aparat kepolisian mendapat laporan dari keluarga korban, Lin Yang Shu Chen terkait dugaan penculikan terhadap Lin Ming Ta dan Lin Hui Jan, 12 Desember 2012.

“Setelah ditelusuri, otak pelaku kejahatan pemerasan dan penipuan terhadap korban yakni AC yang masih buron. AC membuat skenario dengan mengatakan kepada korban bahwa korban telah melakukan tindak pidana penipuan dan masuk dalam daftar pencarian oranf di Negara China,” papar Rikwanto.

“AC (DPO) pun meminta bantuan kepada JN dan AF dalam beraksi,” tambah Rikwanto. Untuk memuluskan aksinya, korban dijebak AC dengan alasan bahwa korban mempunyai dua paspor sehingga harus diperiksa petugas dari kantor Imigrasi untuk menjalani pemeriksaan pasport.

“Agar meyakinkan maka AC meminta AF yang kebetulan mempunyai kenalan di kantor imigrasi Jakarta Pusat untuk masuk dalam kelompok mereka dengan iming-iming bagi hasil sejumlah uang,” terang Rikwanto.

“Pelaku AF menghubungi tiga pegawai Imigrasi Jakarta Pusat, AR, AW dan HMD untuk membuat skenario mempermasalahkan keimigrasian Lin Ming dan Lin Hui yang berada di Indonesia sejak dua bulan lalu. Para tersangka mendatangi kedua korban di Apartamen Aston Marina Tower D kamar 1512 Ancol, Jakarta Utara, tanggal 8 Desember 2012,” jelasnya lagi.

Setelah mendatangi korban, pelaku pun langsung menculik dan menyekap kedua korban selama delapan hari. “Selama delapan hari korban diajak berputar-putar di daerah Sunter, Jakarta Utara. Sesekali singgah di sebuah rumah. Namun, karena korban WNA jadi tidak tahu persis lokasi rumah tersebut,” ucap Rikwanto lagi.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika mengatakan saat disekap, pelaku meminta korban untuk menghubungi keluarganya yang berada di China untuk mentransfer sejumlah uang. Korban pun akan dihujani pukulan serta tendangan selama tidak memenuhi permintaan korban.

“Saat disekap korban pun diikat tangannya dengan kabel tis. Selama permintaan pelaku tidak dipenuhi, pelaku tidak segan-segan menganiaya korban,” ujar Helmy. Akhirnya, korban pun menuruti kemauan pelaku, dengan meminta keluarga mereka untuk mentransfer sejumlah uang melalui Bank China Ekonomi dengan alasan agar keduanya lepas dari jeratan hukum.

“Keluarga korban melalui Lin Chin Yi mentransfer uang Rp 1,5 miliar dan Rp 750 juta sebagai uang tebusan kepada rekening salah satu tersangka di Bank China Ekonomi. Setelah menerima uang, tersangka melepaskan kedua korban di sekitar Ancol, Jakarta Utara, 15 Desember 2012 dan uang dari hasil pemerasan tersebut dibagikan para tersangka sesuai dengan perannya,” jelas Helmy. Ketiga pegawai Imigrasi, lanjut Helmy, masing-masing dijanjikan bagi hasil sebesar Rp 35 juta per orang. Seluruh tersangka dikenakan Pasal 328 KUHP tentang penculikan dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman maksimal penjara 12 tahun.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

[Sumber]

Iklan

Posted on 21 Desember 2012, in Dunia, Peristiwa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: