Perkembangan Twitter di Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan situs jejaring sosial Twitter? Bagi yang belum tahu, ini sedikit cerita mengenai sejarah situs pertemanan yang lebih simple dan mudah digunakan itu.

Twitter lahir pada Agustus 2006. Layanan microblogging ini berbeda dengan layanan blog seperti Blogger, WordPress, dan Multiply. Twitter memiliki batasan 140 karakter per-post, oleh sebab itu disebut dengan microblogging.
Lalu kenapa twitter lebih banyak dipilih oleh masyarakat? Karena pembawaannya yang lebih simple dibandingkan dengan Facebook milik Mark Zuckerberg. Selain itu, pesan yang disampaikan melalui Twitter memang yang paling instan, hanya dibatasi 140 karakter.

Penciptaan Twitter muncul dari ide Dorsey saat melihat AOL Instant Messenger, jejaring sosial penyampai pesan instan yang pada masa itu banyak digunakan oleh masyarakat New York. Dari situ ia mulai berpikir untuk mengembangkan layanan pengiriman pesan status.

“Bagaimana jika Anda dapat berbagi status dengan semua teman-teman secara mudah, sehingga mereka mengetahui apa yang sedang Anda lakukan, akan tetapi Anda tidak harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry,”. Dari situ munculah Twitter, serta dibantu pembiayaan awal oleh Biz Stone dan Evan Williams.

Saat ini, Twitter sangat banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Mulai dari selebriti papan atas, hingga masyarakat biasa, memiliki dan menggunakan Twitter. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pembawaan Twitter sangatlah simple, sehingga fasilitas yang dimiliki juga tidak banyak. Melalui tweet, kita dapat menyampaikan pesan apa saja layaknya blog berjalan. Selain itu tweet juga menyediakan ruang bagi kita apabila ingin menyampaikan pesan melalui foto. Namun, ruang yang disediakan hanya untuk 1 foto per-postnya.

Di sinilah kelemahan Twitter yang tidak memiliki fasilitas untuk membuat album foto atau mengunduh video. Jika kita ingin memberi pesan dalam bentuk video, kita hanya dapat memposting video tersebut untuk dibuka pada tab lain. Sedangkan Untuk pesan yang sifatnya pribadi atau rahasia, kita dapat menggunakan DM (Direct Message) untuk dikirim ke 1 orang tertentu.
Selain tweet, Twitter juga memiliki ciri khas lain, yaitu Retweet dan Trending Topic World Wide (TTWW). Retweet adalah istilah yang digunakan apabila kita setuju atau merasakan hal yang sama dengan tweet teman kita.

Sedangkan Trending Topic World Wide (TTWW) adalah istilah yang digunakaan saat tweet yang diposting oleh orang-orang berada dalam jumlah banyak, bahkan seluruh dunia. Sehingga menjadi salah satu topik di dunia. Agar
menjadi bisa menjadi TTWW, postingan tweet harus menggunakan hashtag (#) sesuai dengan topik yang ada.

Di sini kita akan melihat seberapa besar suatu negara terpengaruhi oleh Trending Topic World dari yang paling penting hingga tidak sama sekali. Tak usah jauh-jauh, Negara yang akan dikaitkan adalah Negara kita sendiri yaitu, Indonesia. Masyarakat Indonesia sangat pintar dalam membuat Trending Topic World Wide dibanding Negara lain. Hal ini dapat dibuktikan dalam acara televisi seperti Indonesian Idol. Hampir setiap konstestan dalam Indonesian Idol bisa menjadi TTWW setelah selesai tampil bernyanyi. Padahal, jarak tampil antar kontestan sangat dekat. Ini berarti kecepatan masyarakat Indonesia dalam memposting tweet sangat cepat.

Bila kita lihat dalam acara lain, seperti Hari Ibu misalnya, pada 22 Desember 2012 lalu, masyarakat Indonesia juga berhasil membuat Hari Ibu menjadi TTWW dengan hashtag #TerimakasihIbu. Selain itu, jika diperhatikan dari tweet remaja jaman sekarang, mereka terlalu sering memposting tweet. Perbandingan tweet yang satu dengan yang lainnya hanya berkisar rata-rata 1 menit, bahkan ada yang hanya beberapa detik saja, wow!

Tapi sangat disayangkan apabila mereka memposting tweet yang kurang “berkualitas”. Kebanyakan tweet tersebut hanya berhubungan dengan percintaan atau memberi tahu kegiatan mereka secara belebihan. Sehingga terkesan seperti pamer. Hal ini dikhawatikan akan membuat anak-anak muda jaman sekarang hanya mengejar popularitas agar bisa eksis di dunia per-twitter-an. Bahkan mereka rela membuang waktu berjam-jam hanya untuk memposting atau sekadar membaca tweet di timeline. Padahal seharusnya waktu tersebut bisa digunakan mereka untuk belajar sebagaimana kewajiban sebagai generasi penerus bangsa. Atau setidaknya digunakan untuk bersosialisasi dengan dunia nyata bersama orang-orang di lingkungan sekitar.

Lalu apakah masyarakat Indonesia memang tergolong mudah terpengaruhi? Atau memiliki kepuasan jika dapat eksis di jejaring sosial? Sudahkah masyarakat Indonesia menggunakan Twitter dengan benar dan sebagaimana
mestinya? Sayangnya jawaban dari pertanyaan tersebut kurang dapat dipertangungjawabkan. Karena orang-orang masih banyak yang berbohong dalam mengisi kuisioner dari pertanyaan tersebut.

Tetapi tidak sedikit pula sikap positif masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan Twitter. Misalnya sebagai sarana promosi dalam berjualan atau yang lebih dikenal online shop, sebagai sarana penyampai motivasi dari para motivator terkenal seperti Mario Teguh dan Felix Siauw, atau sebagai sarana penyampai informasi pendidikan, contohnya pada akun twitter @infoSNMPTN.

Jadi, kembali pada kesadaran diri masing-masing, jika masyarakat Indonesia membuat TTWW dalam hal yang positif, ya tidak ada salahnya. Namun tetap harus ingat, setiap tweet yang kita posting di Twitter dapat dibaca oleh orang lain. Gunakan Twitter seperlunya, jangan melakukan spamming sehingga menjadi noise dan mengganggu kenyamaan bagi pengguna Twitter yang lain.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 8 Januari 2013, in Gaya Hidup, Internet. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: