Polisi Bunuh diri Dengan menembak kepala sendiri di rumah istri siri

Magelang – Anggota Polres Kota Magelang, Aiptu Joko Subandi (48) warga Dusun Kalimalang, Desa Kalimalang, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah nekat mengakhiri hidupnya. Ia melakukan aksi nekatnya itu di rumah istri sirinya. Istri sirinya itu adalah Estri (26) warga Desa Banyuurip, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng. Joko menikahi Estri sebulan lalu.

Diduga, permasalahan keluarga yang menyebabkan Aiptu Joko Subandi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan pistol revolver sebanyak dua kali dari leher tembus pada bagian atas kepalanya.

“Saat waktu itu salat di dalam. Tiba-tiba ada suara letusan tembakan sebanyak dua kali. Ketika saya lihat, ternyata Pak Joko sudah tersungkur dan bersimbah darah di bagian leher dan kepalanya,” kata Slamet, saksi kejadian yang sekaligus paman Estri, yang tinggal di sebelah saat ditemui wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (17/1).

Slamet menyatakan, Estri merupakan istri siri yang sudah selama kurang lebih menjalin hubungan dengan keponakannya itu. Namun karena hamil, Estri kemudian baru dinikahi siri oleh Joko Subandi dalam kondisi sudah melahirkan anaknya berumur dua bulan. Kini anaknya yang sudah lahir berumur sekitar tiga bulan.

“Ini rumah istrinya. Istri sirinya mas,” ucap Slamet pendek saat ditanya soal rumah siapakah ini. Saat ini Estri istri siri Joko Subandi bersama ibunya tinggal di rumah yang digunakan untuk bunuh diri korban masih diperiksa secara intensif di Mapolres Magelang.

Pasca kejadian, tim olah TKP Polres Magelang juga berhasil menemukan sebanyak dua selongsong peluru di sekitar jasad korban. Sebagai bukti bahwa pistol jenis revolver yang dimiliki Joko Subandi ditembakkan ke bagian leher, tepatnya di bagian dagu sebelah kanan. Lalu menembus ke kepalanya bagian atas sebanyak dua kali.

Jasad korban usai identifikasi sementara, langsung dibawa ke rumah duka di di Dusun Kalimalang, Desa Kalimalang RT.07/RW II, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang selama kurang lebih satu jam.

“Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang diperoleh kepastian korban menembakkan pistolnya sebanyak dua kali,” kata Kapolres Magelang AKBP Guritno Wibowo saat dikonfirmasi merdeka.com di rumah duka.

Guritno menegaskan, petugas masih mencari penyebab terjadinya dan latar belakang apa yang membuat Joko Subandi depresi. Kemudian nekat bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 18 Januari 2013, in Peristiwa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: