Selamat Dari Kebakaran Hebat berkat Kucing Ku sayang

Gambar : Ilustrasi,

Pada suatu hari datanglah se ekor kucing betina berbody putih belang hitam, tidak tahu milik siapa kucing tersebut, datang se olah pulang dari bepergian iapun tiduran dan sok akrab sama kita, terutama saat kami sedang makan ia mondar-mandir di sekitar kami sambil meang-meong, ketika kami beri makan, kucing ini makan dengan lahapnya, seperti kucing yang telah beberapa hari tidak makan,

Setelah usai makan kucing itu terlihat lebih tenang, Kami pun berfikir tidak keberatan untuk menerima kucing itu tinggal di sini, di rumah kami, dan ternyata benar, setelah beberapa hari kucing itu masih tinggal di rumah, kami senang dengan kehadiaran kucing betina itu, meskipun saya tidak tahu sejatinya ini kucing milik siapa,

Semenjak kehadiran kucing di rumah suasana jadi lebih tenang terutama malam hari, karena tak ada lagi tikus-tikus meraja lela di dapur, yang suka mencuri makanan dan mengotori segala benda, baik perabotan rumah tangga, maupun makanan, bahkan makanan yang sudah di tutup rapetpun di bobolnya, dasar tikus.

Suatu hari kucing ini hamil, kami pun makin senang, karena saya sangat menyukai anak kucing, pastinya lucu dan imut, setelah beberapa lama kucing yang sudah jadi milikku ini melahirkan tiga ekor anak, namun satu ekor anak kucing ini mati, tinggal dua ekor betina semua, beberapa minggu kemudian anak-anak kucing yang di asuh indoknya perlahan mulai bisa merangkak, meski masih bentoyongan, sang induk pun selalu sibuk memindah tempat anak-anaknya,

Ketika anak-anak kucung sudah tidak mimik lagi, induknya pergi pindah ke rumah mbak saya yang rumahnya di seberang jalan depan rumah, entah mengapa induknya tidak lagi pulang ke rumah, anak-anak nya pasti merindukannya, namun tak mengapa anak-anak kucing ini sudah mampu beradaptasi dengan keadaan, sehingga ia kuat untuk bertahan hidup walau tanpa induk,

Pada suatu malam saya bermimipi salah satu anak kucing itu jatuh sakit, saya sangat sedih sekali, perasaanku sangat menyayangkan jika anak kucing itu harus mati, saya bawa ke dokter untuk menyembuhkan anak kucing saya, mimpi itu sangat singkat sekali namun ada sesuatu yang beda, seperti nyata, ketika saya terbangun hati saya termenung, hati saya bertanya-tanya, “Ada apa dengan anak kucing saya?” se olah ada bisikan goib meminta saya menyayangi anak-anak kucing itu, kelak kamu akan mengetahui apa manfaatnya, begitulah bisikan-bisikan yang selalu ada dalam hati saya hingga beberapa hari berikutnya, dan sampai saat ini saya masih merasakan hal itu, namun saya masih belum tahu ada misteri apa di balik semua itu.

Setelah mimpi itu, pada hari-hari berikutnya yang saya lakukan adalah sesuai bisikan dalam hati saya, menyayangi anak-anak kucing tersebut, dan hal ini tidak pernah saya ceritakan kepada siapapun, termasuk orang-orang terdekat.

Memang terkadang saya suka memberi pelajarang terhadap anak-anak kucing karena emosi sesaat, selain suka menyepaknya juga kadang jitak kepalanya, tentu pakai kira-kira, agar kucing hanya merasa sakit ringan, dan tetap tidak takut sama saya, sekedar untuk memberi rambu bahwa apa yang di lakukan kucing tidak baik, saat saya menjitak atau menyepak kucing hati saya spontan teringat bisikan goib itu, yang memerintahakan agar saya harus menyayanginya, namun dalam hati sayapun menjawab.

“Aku sayang sama anak-anak kucing itu, dan apa yang barusan saya lakukan itu atas dasar kasih sayang, bukan karena kebencian.” begitulah hari-hari saya dengan kucingku,

Kini anak-anak kucingku sudah dewasa namun masih terlihat imut dan gemesin, yang satunya sudah pernah hamil dan melahirkan, dan yang satunya lagi sedang kasmaran terhadap kucing jantan milik tetangga.

Hari ini misteri bisikan goib itu terkuak
Pagi ini cuaca mendung di sertai rintik-rintik hujan, air di sungai batang hari meluap, di berbagai perkampungan sebagian telah kebanjiran, beruntung desa kami masuk dalam kategori dataran tinggi, 5 Meter lebih tinggi dari daerah perkampungan yang terkena banjir.

Udara pagi yang dingin saya masih tiduran tengkurap di kamar sambil internetan di ponsel, sementara itu ibu saya masak di dapur, biasa ibu saya menggoreng bakwan, entah mengapa ibu saya pergi tanpa mematikan kompor gas, sementara wajan penggorengan berisi minyak tidak di angkatnya, ibu saya pergi cukup lama, sementara saya masih tiduran di kamar sambil internetan di posel,

Dan tiba-tiba kucing saya…..,

Kucingku masuk ke kamar saya namun ia cuma berhenti tepat di ambang pintu, dekat kaki saya, kucing itu menoleh ke arah saya sambil berseru “Meeeong…!” begitu aku toleh ke belakang ke arah kucingku tampak wajah kucingku terlihat tegang, hatiku langsung kaget mataku terbelalak, mataku menagkap adanya cahaya terang merah kekuning-kuningan, spontan saya langsung menghambur ke ruang tengah dan…….. Astagfirullah…… Ternyata api berkobar membunbung tinggi membakar kuali penggorengan yang berisi minyak. saya sempat panik, berusaha memadamkan api yang sudah membumbung itu, nyaris saja aku tarik kasur depan TV untuk menutup kuali, namun aku masih sadar, kasur tidak efektif, aku lihat dekat kompor ada ember berisi rendaman tahu, langsung ku angkat dan aku siramkan ke arah kuali, dan lagi-lagi kepanikanku kian menjadi-jadi, begitu kuali aku siram api justru berhamburan dan menyebar ke segala penjuru, nyaris saja aku teriak karena panik, terlebih lagi aku melihat tabung gas 3KG itu tepat di bawah kompor langsung aku siram sebisa mungkin, kepanikanku terus berlanjut, namun aku coba untuk tenang, aku buka pintu samping aku ambil air di belakang dan aku siramkan lagi ke kuali,

Dan…
Alhamdhulillah api bisa aku padamkan, dinding papan yang mulai termakan api itu masih meniggakan sisa bara api yang kini telah berubah hitam aku siram juga hingga api benar-benar padam, usai memadamkan api aku perhatikan asap di atas cukup tebal dan hitam, saat itu jantungku berdegub kencang, badanku gemetaran, lalu aku pergi ke depan.

Sesaat kemudain setelah hatiku rada tenang, hatiku mulai bertanya, darimana datangnya api? aku pun balik lagi ke dapur, aku perhatikan tombol pemantik api kompor sebelah kanan dalam posisi ON, ini adalah kebiasaan buruk ibuku,

Aku sempat kesal sama ibuku, karena setelah saya cari ke depan ia justru sedang ngobrol tak penting di emper rumah tetangga,

Hatiku terus berkata, Jika kucingku tidak mempengaruhiku, entah apa yang akan terjadi di rumah, mungkin sudah jadi Arang, Terima kasih kucingku sayang,

CATATAN:<
Rumah tempat tinggal ini bukan milik sendiri alias numpang, rumah berukuran 8X12 yang semua terbuat dari kayu beratapkan seng, yang dulunya rumah ini berfungsi sebagai gudang,

Di bawah ini denah rumah tempat saya tinggal,

Inbox Peristiwa

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 14 Februari 2013, in Peristiwa. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. sempat memikirkan sesuatu tentang blogger dan kaum.y dulu, mereka adalah org yg pandai dan patut di segani karena banyak ilmu yg mereka miliki, ah tentu saja saya pemula yg tidak tau apa apa merasa segan bahkan malu untuk posting

    setelah beberapa lama saya mulai faham, dan mengerti bahwa sebuah tulisan seorang blogger tak ternilai, sebuah karya yg penuh rasa juga ungkapan hati, dan ketika posting di baca meski telah lama dan usang tentu mereka merasa senang karna karya mereka tetap di hargai, sebagai seorang pemula di sini saya faham ternyata seorang blogmaster yg kawak lebih suka di hargai hasil karyanya, ketimbang di panggil master, maka dari itu setiap post pasti saya berusaha meninggalkan komentar supaya bisa bersilaturahmi

    terima kasih atas kunjungan anda, ternyata sebagai senior anda bersedia berkunjung bahkan berkomentar yg sangat nyambung, bahkan komentar anda persis seperti isi hati saya yg tak terungkap šŸ˜€

    mat malam, mat rehat, mat istirahat

    • Suatu saat dalam perjalanan nge-blog, ada kalanya timbul rasa jenuh yang hebat, bisa berakibat undur diri dari aktifitas ngeblog, Memang saat awal2 ngeblog, energi semangat cukup stabil, sudah banyak yang mengalami hal tersebut bahkan hanya beberapa gelintir orang saja yang mampu bertahan, Percayalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: