Bayi Meninggal Hidup Lagi, RS Kanada akan Tinjau Lagi Prosedurnya

Rumah sakit Toronto akan melakukan peninjuan kembali terhadap prosedur rumah sakit setelah seorang bayi perempuan yang baru lahir dinyatakan meninggal padahal bayi itu benar-benar hidup.

Bayi perempuan yang lahir sebelum pukul 6 pagi pada hari Minggu (17/2) dekat persimpangan Jane Street dan Finch Avenue West, Toronto, Kanada ini awalnya Rumah Sakit menduga sebelumnya bayi mengalami hipotermia.

Rumah sakit mengakui kalau suhu Toronto saat ini berkisar -16 C. Bayi itu dinyatakan meninggal oleh staf medis dan ditutupi dengan selembar kain. Sekitar 90 menit kemudian, dua petugas polisi Toronto yang ditugaskan untuk menjaga tubuh bayi melihat lembaran tersebut bergerak dan langsung menghubungi staf rumah sakit.

Ibu dan anak yang tidak ingin diketahui identitasnya ini, kini mulai pulih di rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil. Rumah sakit setempat mengakui akan meninjau kembali bayi-bayi yang meninggal di rumah sakit.

“Kami akan meninjau semua prosedur dan perawatan bayi baru lahir. Tinjauan ini meliputi semua aspek perawatan yang diberikan termasuk upaya oleh dokter rumah sakit dan staf ketika dimulai dibawa ambulans di rumah sakit,” kata juru bicara Gerard Power.

“Peninjauan juga akan dilakukan melalui konsultasi dengan semua lembaga yang tepat, termasuk polisi Toronto dan EMS Departemen Kesehatan,” tegasnya.

Kepala pengobatan darurat, dan Dr Narendra Singh, menambahkan kalau staf medis harus ekstra hati-hati sebelum menyatakan bahwa setiap anak yang terkena suhu dingin sudah meninggal.

“Ketika bayi mengalami hipotermia, maka tidak ada yang boleh menyatakan meninggal sampai suhu tubuh bayi hangat dan meninggal,” kata Dr Brian Goldman, Senin.

Meskipun tidak mengetahui kronologisnya secara khusus, Dr Goldman mengatakan kalau insiden tersebut didokumentasikan dalam kedokteran, seperti dilansir CBCNews, Selasa (19/2/2013).

“Ada banyak cerita dalam sastra, ilmiah, apa yang disebut keajaiban bayi yang bertahan di luar waktu ketika kita akan menganggap mereka mati dan biasanya itu dikarenakan bayi mengalami hipotermia,” katanya.

Goldman mengatakan hal ini seringkali menimpa anak-anak kecil karena metabolisme tubuh melambat ketika suhu tubuh mereka turun, menyebabkan staf medis melakukan kesalahan.

“Bayi baru lahir lebih mungkin untuk menunjukkan mengalami hipotermia,” tambahnya.

Goldman mengatakan daripada mengubah cara darurat staf ruang operasi bekerja, insiden itu akan dijadikan pengingat yang baik untuk semua staf medis agar memeprhatikan bayi yang kedinginan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 19 Februari 2013, in Dunia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: