Meninggalnya Bayi Dera yang Ditolak 10 RS Jadi Sorotan Asing

Kasus meninggalnya Dera Nur Anggraini, bayi prematur yang ditolak di beberapa Rumah Sakit menjadi sorotan beberapa media asing. Media asing tersebut menilai, kalau penolakan ini akibat keluarga Dera yang hanya memiliki Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk layanan kesehatan gratis.

Pantauan Liputan 6.com, Selasa (19/2/2013), beberapa media asing seperti Emirat Arab, Australia, Thailand, dan Malaysia, menyebutkan kalau bayi Dera yang lahir prematur tanggal 10 Februari 2013, ditolak dari 10 RS di Jakarta, Indonesia.

Seperti dikutip dari media online News.com.au dari Australia, Dera diduga memiliki penyakit tenggorokan sehingga napasnya terhalang. Lalu ayah Dera, Elias Setya Nugroho berupaya mencari pengobatan ke 10 RS di Jakarta tapi ternyata pihak RS mengatakan kalau ruangan penuh.

“Kami mencoba pergi ke beberapa rumah sakit tetapi RS penuh. Akhirnya kami pergi ke rumah sakit swasta tapi kami tidak bisa membayar. Secara total 10 rumah sakit menolak kami,” kata Elias.

“Dera sudah dimakamkan kemarin (17/2), tidak jauh dari rumah kami,” katanya saat di RS Zahira Jagakarsa Jakarta Selatan.

Sementara itu Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi juga sempat mengatakan kalau alat NICU (Neonatal Intensive Care Unit) hanya ada 10 di Jakarta dan semuanya penuh.

“Rumah sakit swasta meminta uang muka Rp 15 juta walaupun keluarga memegang kartu kesehatan yang memberikan hak untuk warganya yang berpenghasilan rendah untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Sebelumnya, sempat diberitakan kalau hampir 10 RS yang didatangi keluarga Dera menolak pasien bahkan meminta uang muka. Dera sempat dibawa ke RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, RS Harapan Bunda, RS Carolus Salemba, RS Triadipa, RS Asri, RS Budhi Asih, JMC, dan RS Pertamina.

Saat ini baru tiga rumah sakit yang memberikan keterangan terkait penolakan bayi Dera, yaitu, RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita. Dan ketiga RS tidak mengatakan adanya penolakan terhadap Dera. Alasan ketiga RS ini hanya adanya keterbatasan alat bukan dikarenakan keluarga Dera yang memiliki KJS.

[Sumber]

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 19 Februari 2013, in Peristiwa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: