Akibat Mutilasi Istri, Benget Sang Suami Terancam Hukuman Mati

Jakarta – Benget Situmorang (35), terancam hukuman mati terkait aksi kejinya membunuh dan memutilasi DSA, istrinya sendiri. Selain Benget, Tini (39) juga terancam hukuman berat karena telah membantu membuang potongan tubuh korban.

“Atas perbuatannya, pelaku BS ini terancam dengan hukuman mati atau pidana penjara maksimal 20 tahun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda, Kamis (7/3/2013).

Ia menjelaskan, pelaku BS merupakan suami dari korban mutilasi yaitu DSA (32). Awalnya, pelaku sempat bertengkar dengan korban karena menduga kalau istrinya itu telah berselingkuh dengan lelaki lain.

Akhirnya, pelaku naik tikam sehingga memukul korban dengan benda tumpul. Namun ternyata, pelaku mengetahui setelah dipukul sudah meninggal dunia sehingga bingung lalu muncul ide untuk memutilasi korban.

Setelah dimutilasi, pelaku dibantu oleh pembantunya T untuk membeli kantong plastik guna memasukan potongan tubuh korban. Setelah itu, pelaku menyimpannya di kamar rumah pelaku.

“Jadi tersangka BS melanggar pasal 340 KUHP juncto pasal 338 KUHP. Sedangkan tersangka T dijerat pasal 55 juncto pasal 56 KUHP juncto pasal 340 KUHP,” jelasnya.

Sementara pemilik angkot KWK 03, yang digunakan oleh pelaku untuk membuang potongan tubuh korban, sampai saat ini petugas menyimpulkan tidak mengetahui aksi mutilasi itu. Sebab saat itu, pelaku menyewa angkot dengan alasan berdagang.

“Pemilik angkot si O dan M, mengakui jika angkotnya disewa pelaku. Tapi saat itu pelaku mengatakan menyewa angkot untuk berdagang. Waktu dikembalikan itu ya sudah dalam kondisi bersih mobil angkotnya,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Benget membunuh istrinya sendiri pada minggu (3/3/2013), lantaran bingung korban akhirnya memutilasi jasad korban dan membuangnya di jalan tol cikampek pada selasa subuh yang juga dibantu oleh pembantunya, T dengan menyewa sebuah angkot.

Keduanya ditangkap pada Rabu (6/3/2013) malam kemarin, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang masih terdapat bercak darah dan dua bilah pisau dapur yang kemungkinan juga digunakan untuk berjualan soto.

Polisi menagkap pelaku berkat Informasi dari pengguna jalan Tol Cikampek tentang angkutan kota yang digunakan pelaku. Polisi yang mengembangkan kasus pun menemukan kedua tersangka di warungnya.

Tanpa perlawanan, keduanya digelandang ke Polres Metro Jakarta Timur. Benget Situmorang dijerat Pasal 340 KUHP ju 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun. Adapun pembantunya, T dijerat Pasal 55 KUHP ju 56 KUHP ju 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 8 Maret 2013, in Peristiwa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: