Wow! Minum Pil Ini Bisa Bikin Panjang Umur Hingga 150 Tahun

Massachusetts, AS – Banyak orang melakukan berbagai cara supaya bisa hidup lebih lama. Salah satunya dengan giat menerapkan hidup sehat. Dengan begitu, orang akan terhindar dari berbagai penyakit serta penuaan secara cepat. Tapi, sekarang ada yang lebih praktis agar bisa hidup lebih lama, yaitu dengan meminum sebuah pil.

Para ilmuwan sedang mengembangkan obat-obatan yang bisa memperlambat proses penuaan. Sehingga membantu seseorang untuk hidup sampai usia 150 tahun.

Obat tersebut merupakan versi sintetis dari resveratrol yang ditemukan dalam anggur merah. Resveratrol diyakini memiliki efek anti-penuaan dengan meningkatkan aktivitas protein yang disebut SIRT1.

Di samping itu, salah satu perusahaan farmasi, GSK, juga sedang melakukan pengujian terhadap orang-orang yang memiliki penyakit tertentu,
seperti diabetes tipe II dan psosiaris (kondisi kulit yang serius).

Dilansir dari The Telegraph, Senin (11/3/2013), David Sinclair, profesor genetika di Harvard University mengatakan bahwa penuaan tidak akan menjadi “penderitaan yang tidak bisa diubah”.

“Sekarang Kita sedang melihat apakah ada manfaat bagi mereka yang sudah sehat.”

“Suatu hal yang menjanjikan. Kami menemukan bahwa penuaan bukanlah penderitaan yang tidak bisa diubah, seperti yang sudah Kami pikirkan. Beberapa di antara Kita masih bisa hidup sampai usia 150 tahun. Tapi, Kita tidak akan bisa mencapai ke sana tanpa penelitian lebih lanjut,” tambahnya.

Profesor Sinclair juga menjelaskan kalau peningkatan aktivitas SIRT1 meningkatkan beroperasinya sel-sel di dalam tubuh, sehingga membuat mereka jadi kurang lamban. Dalam percobaan sebelumnya, beberapa hewan, seperti tikus, lebah, dan lalat
ditingkatkan SIRT1-nya agar senyawa hidup lebih lama.

Dalam jurnal Science-nya, Profesor Sinclair mengaku telah melakukan eksperimen yang menunjukkan resveratrol berbasis senyawa memiliki efek langsung pada kesehatan. Namun, beberapa ilmuwan berpendapat kalau efek tersebut tidak nyata, tapi hanyalah kecerdikan dari eksperimen saja.

Meskipun hal itu menjadi kontroversi, sudah ada hal yang menjanjikan dalam beberapa uji coba pada penyakit kanker, jantung dan gagal jantung, diabetes tipe II, Alzheimer, Parkinson, hati berlemak, katarak, osteoporosis, pengecilan otot, serta gangguan tidur. Selain itu, termasuk pula penyakit inflamasi, seperti psoriasi, arthritis, dan kolitis.

Profesor Sinclair percaya bahwa saat ini senyawa (eksperimennya) akan diperiksa untuk dilihat efek dari pencegahannya (cara kerjanya). Sama seperti statin yang sekarang digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan stroke serta memperlambat berbagai penyakit.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 11 Maret 2013, in Dunia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: