Hah…! Warga Inggris Ramai-Ramai Sewa Juru Tangis

Profesi juru tangis yang biasa dilakoni di beberapa negara Asia Timur, perlahan mulai merambah Inggris. Profesi yang mewajibkan pelakunya menangis di acara proses pemakaman ini, dipercaya dapat mendongkrak jumlah tamu yang datang ke acara itu.
Dengan diperoleh kesan banyak tamu yang hadir dalam acara pemakaman
itu, keluarga yang berduka ingin menunjukkan bahwa mendiang yang meninggal adalah orang penting atau populer.

Dilansir Telegraph, Selasa 26 Maret 2013, permintaan jasa ini di Inggris meningkat dari tahun ke tahun, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.

Salah satu yang memanfaatkan celah ini adalah Ian Robertson, pendiri perusahaan bernama Rent-a-Mourner. Bahkan, dia tak hanya menyediakan jasa juru tangis, tapi juga pelakon yang berbicara dengan teman dan kerabat mendiang. Kesan yang ditangkap seolah-olah di antara mereka telah saling kenal.

Robertson memulai usahanya pada Januari tahun lalu. Dalam enam bulan pertama dia berhasil mengumpulkan 15 pesanan klien. Bandingkan dengan kondisi saat ini yang telah memperoleh 52 pesanan dari kliennya.

Demi bisa memenuhi permintaan klien itu, Robertson kemudian merekrut 20 juru tangis yang berasal dari teman-temannya sendiri dan bukan aktor profesional.

“Mereka tidak perlu harus berakting dengan baik, yang terpenting mereka ada di pemakaman itu untuk meningkatkan jumlah tamu yang datang,” ujarnya seperti dikutip Telegraph.

Sebelum bekerja, menurut Robertson, juru tangis ini akan bertemu dengan klien mereka untuk setuju dengan cerita yang akan dibacakan mengenai mendiang selama dia masih hidup.

“Staf kami nanti akan diberikan informasi mengenai latar belakang mendiang, penghargaan, dan kegagalan yang pernah dibuat selama masih hidup,” ungkapnya.

Permintaan terhadap layanan jasa juru tangis pun menunjukkan tren peningkatan. Menurut Robertson, kenaikan pemesanan terjadi hingga 50 persen setiap tahunnya.

Pesanan tertinggi datang dari daerah Hull. Tercatat 12 stafnya dikirim ke berbagai prosesi pemakaman di daerah itu. “Saya pun tidak mengerti mengapa banyak sekali permintaan yang datang kepada kami dari daerah tersebut,” katanya.

Bahkan, akibat tingginya pesanan yang ingin menggunakan jasanya, dia sampai harus menolak 60 tawaran karena lokasi pemakaman berada sangat jauh dari lokasi kantornya. Oleh sebab itu, dia berpikir untuk memperbesar usahanya ini.

Profesi juru tangis ini pun cukup menggiurkan karena bayaran yang diterima terhitung lumayan. Untuk per jamnya, seorang juru tangis mendapat bayaran 45 Poundsterling atau Rp663 ribu.

Pakar konsumen yang tengah meneliti fenomena ini, Jasmine Birtle, menilai telah terjadi pergeseran kebudayaan di kalangan warga Inggris yang multikultural.

“Kenaikan popularitas juru tangis menunjukkan pergeseran budaya yang dipilih oleh warga Inggris sendiri untuk menunjukkan rasa hormat mereka terhadap orang yang telah meninggal. Tinggal menunggu waktu saja sebelum kebudayaan ini menjadi mainstream,” ujar Birtle.

Birtle juga menambahkan, celah pasar untuk profesi ini semakin besar seiring dengan naiknya jumlah imigran dari negara-negara Asia Timur ke Inggris yang ikut membawa serta kebudayaan mereka.

“Permintaan pasar terhadap juru tangis profesional semakin tinggi dari tahun ke tahun seiring dengan semakin banyaknya warga asal negara-negara Asia Timur yang menetap di Inggris dan ikut membawa kebudayaannya,” katanya.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 28 Maret 2013, in Unik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: