Ada Pohon Petai Menangis di Jambi

Fenomena unik terjadi di sebuah pohon petai di Desa Lopak Alai, sebelah Mapolsek Kumpeh Ulu. Beberapa hari terakhir, mulai pukul 11.00-14.00 dedaunan di pohon memuncratkan air seperti hujan. Kian terik cuaca kian deras kucuran airnya Buah petai bukan hanya dikenal dengan aroma khasnya saat disantap sebagai masakan. Bahkan, beberapa hari terakhir mengundang kehebohan warga di Kumpeh, persisnya di Desa Lopa Alai, RT 5, tepat sebelah Mapolsek Kumpeh Ulu. Berdasar pengakuan sejumlah warga, beberapa hari terakhir daun sebatang pohon petai di situ menyemburkan air seperti air hujan.

Kucuran air makin terik mentari kian deras muncrat dari daun. Kontan kondisi itu menghebohkan warga setempat. Tak sedikit warga sengaja menampung air yang terus mengucur itu. Ada juga warga yang mengambil akar pohon dan tanah di sekitar lokasi berdirinya pohon petai.

Menurut Abdul (40), warga yang menyaksikan kejadian unik, itu mengatakan air mulai mengucur sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Kian siang makin deras kucurannya, terutama sewaktu mentari bersinar terik. “Kalau tengah hari, satu menit saja kita di bawahnya, bisa membuat baju basah kuyup,” kata Abdul.

Dia mengungkapkan, fenomena serupa pernah terjadi dua tahun lalu, meski lokasinya berbeda.

Saat Tribun mencoba berdiri di bawah pohon petani tak terlalu rindang itu, Sabtu (6/4)) terasa air jatuh cukup deras. Bahkan dapat ditampung dengan menggunakan daun talas. Terlihat air begitu jernih dan terasa seperti air biasa.

Fenomena itu lantas berkembang dari mulut ke mulut. Mereka menyebut ada pohon petai menangis. Mbah Kaminah (70), warga yang berdiam tak jauh dari lokasi mengatakan, dirinya melihat langsung kejadian awal keluarnya air dari daun pohon petai itu. Kejadiannya empat hari lalu.

“Sekitar pukul 11 siang, secara tiba-tiba saja air yang jatuh begitu deras, persis seperti hujan,” ujar Mbah Kaminan. Kejadian itu langsung membuat orang yang melihatnya terperangah keheranan. Air dari pohon petai jatuh tepat di atas jalan poros, sehingga membuat jalanan macet seketika. Warga yang melintas berhenti, penasaran ingin melihat.

Mereka berjubel di lokasi. Petugas polisi sempat kewalahan mengatur lalulintas agar tetap dapat dilalui kendaraan. Warga mengaku tidak tahu penyebab kondisi itu. Namun sebagian warga sekitar, menyebut kemungkinan terkait arwah dari sebuah kuburan tua yang berjarak beberapa meter dari pohon itu. Warga awam menganggap itu pesan agar sanak saudaranya mengirimkan doa.

Terkait pemahaman itu, Dr Bahrul Ulum, dosen Fakultas Syariah IAIN STS Jambi mengatakan, dalam Islam memang disebutkan apabila ada anak Adam meninggal, salah satu harapan arwah yang meninggal itu, ialah doa dari sanak saudara yang ditinggalkan.

“Jika melihat pemahaman masyarakat itu, masuk dari aspek doanya, itu benar. Tapi kalau dikaitkan dengan pohon yang mengeluarkan air, itu tidak ada sangkut pautnya.

Itu hanya fenomena alam saja dan tidak perlu dikaitkan ke sana,” kata Bahrul. Dia menambahkan, bahwa kepercayaan masyarakat itu terkait pemahaman ilmu, karena sejak lama masyarakat terlalu percaya dengan hal-hal mistis, sehingga sesuatu yang dianggap tabu, langsung dikaitkan dengan hal yang mistis pula.

Tanaman tropis

Mengutip situs wikipedia, petai (Parkia speciosa) sejenis tumbuhan tropis keluarga polong- polongan (Fabaceae). Tumbuhan tersebar seantero nusantara, bahkan dikenal sebagai bahan masakan di Asia Tenggara. Termasuk tumbuhan tahunan, dengan tinggi pohon mencapai 30 meter.

Ciri botanisnya, kurang bercabang dengan daun majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol bisanya muncul dekat ujung ranting. Buahnya besar memanjang, bertipe buah polong. Satu bongkol bisa berisi belasan buah. Manfaat petai sumber energi terbaik ketimbang apel, kandungan protein empat kali lebih banyak.

Begitu juga karbohidrat, zat fosfor dan vitaminnya. Petai juga mengandung tiga macam sumber gula alami, yakni sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Mereka terkombinasi dalam serat.

Selain vitamin A, juga mengandung cukup tinggi vitamin C. Fungsi vitamin C dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Sehingga berguna bagi proses penyembuhan luka, atau melawan infeksi di tubuh.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 8 April 2013, in Misteri. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. It’s amazing to go to see this website and reading the views of all friends on the topic of this post, while I am also eager of getting experience.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: