Menyedihkan, Pemerkosa Di kubur Hidup-hidup Oleh Warga Akibat Main Hakim Sendiri

palinganeh.com – Hukum Negara terkadang tidak memuaskan bagi masyarakat luas, terlebih lagi bagi si korban, untuk mengadili kasus berat, seperti halnya peristiwa di beberapa desa yang terletak di Bolivia, mereka lebih mempercayai hukum adat dan main hakim sendiri ketimbang menegakkan hukum negara dalam memvonis pelaku kejahatan. Prinsip ini telah merenggut korban, seperti yang menimpa remaja pria berusia 17 tahun.

Dia dikubur hidup-hidup oleh warga kota Colquechaca.

Menurut harian Daily Mail, 7 Juni 2013, remaja bernama Santos Ramos itu dituduh sebagai pelaku kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Leandra Arias Janco. Status Ramos ini diungkap oleh jaksa penuntut, Jose Luis Barrios.

Menurut laporan seorang reporter untuk media lokal yang tidak ingin diketahui namanya, masyarakat Colquechaca marah terhadap kasus yang melibatkan Ramos. Maka mereka kemudian mengikat pelaku ke peti mati korban, lalu ikut dikubur hidup-hidup bersama jasadnya.

Reporter itu menyebut vonis mati berupa hukuman gantung tidak umum diberlakukan di Bolivia. Dia mengatakan sistem keadilan di negeri itu terkenal korup dan bobrok, sehingga warga lebih sering main hakim sendiri.

Bakar Pembunuh

Selain Ramos, pada Rabu kemarin, penduduk asli di kota Quechua, merajam mati seorang tersangka pencuri dan membakar hidup-hidup rekannya. Keduanya disebut Jaksa Barrios terlibat dalam aksi perampokan mobil dan membunuh pengemudinya.

Presiden Bolivia, Evo Morales, yang merupakan pemimpin asli dari negara itu pernah mengesahkan UU yang mengakui secara institusi keadilan adat pada tahun 2009. Dalam aturan tersebut kongres parlemen tingkat rendah Bolivia membolehkan komunitas adat hak untuk menegakkan keadilan berdasarkan sistem keadilan budaya yang telah mereka miliki.

Namun kelompok oposisi memperingatkan bahwa UU itu dapat memicu terjadinya tindak main hakim sendiri. Hal itu terbukti saat stasiun berita BBC pada Juni 2010 melaporkan empat petugas polisi digantung oleh sebuah kelompok bernama etnis Andean.

Mereka membunuh empat polisi
itu atas nama keadilan adat. Polisi itu dituduh oleh etnis tersebut bingung dalam menghadapi kasus pencurian mobil di kota El Alto.

Baca Artikel Menarik Lainnya:
Iklan

Posted on 7 Juni 2013, in Dunia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: