Pria Ini Keliling Dunia Hanya Dengan Berjalan Kaki

Berkeliling dunia hanya dengan berjalan kaki? rasanya tidak mungkin, itu tindakan konyol, dunia tidak selebar daun pisang, dunia tidak hanya berisi pemandangan yang indah, dunia tak cuma memberi kesenangan, tetapi dunia juga berisi hal-hal menakutkan, bahaya ada dimana-mana, tetapi semua itu tak ada artinya bagi pria asal china ini, luar biasa, kalau keliling dunia pakai pesawat pakai kereta, pakai kendaraan itu hal yang sangat mungkin, kalau keliling dunia via google maps vers 3D saya mah seringšŸ˜€ gampang asal koneksi internetnya ngebut, minimal 3G hehešŸ˜€

Boro-boro keliling dunia berjalan kaki, pergi ke warung terdekat saja enggan jalan kaki,šŸ˜€

Tetapi pria bernama Masahito Yoshida, 32, ini justru baru saja menginjakkan kakinya di Shanghai, setelah 4.5 tahun mengitari luasnya dunia dengan hanya berjalan kaki, kok kita tidak ketemu ya?

Pria ini berjalan sepanjang 40.000Km di empat benua dengan membawa gerobak roda dua seberat 50 Kg berisi bekal keperluannya.

Sejak tahun baru 2009, Yoshida mulai pergi dari kotanya Tottori, awal perjalanan keliling dunia berjalan kaki menuju Shanghai sebagai titik awal perjalanannya.

Apa yang jadi tujuan utama pria ini berkeliling dunia tak lain karena ingin melihat semua keajaiban dunia secara live.

Mengapa dia memilih berjalan kaki, mengapa tak berkelana dengan pesawat dan kereta api, alasannya membuatnya merasa kehilangan hal-hal kecil seperti terisolasi atau tak bisa berkomunikasi dengan warga setempat.

Itulah alasan Yoshida memutuskan untuk berkeliling dunia dengan berjalan kaki.

Selain ingin melihat keajaiban dunia, pria ini juga memiliki tujuan ke Cape da Roca, sebuah kota pantai di Portugal.

Yoshida menginjakkan kaki di sana pada Agustus 2010 setelah melintasi 16.000 kilometer di wilayah Asia Tengah dan Eropa. Dari sini, Yoshida menggunakan pesawat ke Amerika dan menghabiskan satu tahun untuk berjalan melewati 6.000 km dari Atlantic City, New Jersey ke Vancouver, Kanada.

Pada akhir tahun 2011 Yoshida kehabisan bekal, maka ia menunda perjalananya berkeliling dunia, ia mulai bekerja paruh waktu untuk membiayai sisa perjalanan. Dari Kanada, ia terbang ke Melbourne, Australia Selatan, dan berjalan ke utara, ke Darwin, lalu ke Singapura dan kembali ke Shanghai, Cina.

Sepanjang masa perjalanan berkesan tersebut, Masahito merusakkan tujuh pasang sepatu utuk berjalan.

“Ada saat-saat dimana saya merasa hidup saya dalam bahaya, tapi perjalanan juga memberi saya kesempatan untuk merasakan kebaikan orang,” kata Yoshida kepada wartawan China, mengenai perjalanannya.

“Saya sadar ada hal-hal tertentu dalam hidup yang tak bisa dicapai tanpa risiko,” iambahnya lagi.

Berjalan puluhan kilometer per hari, melintasi negara-negara yang berbahaya atau berjalan di sisi jalan raya bukan sesuatu yang mudah. Dia mengalami serangan stroke di Vietnam, tapi Yoshida terus berjalan 30 kilometer setiap hari sebab visanya akan segera berakhir.

Setelah beberapa hari di Shanghai, Yoshida bersiap menarik gerobaknya menuju Taiwan sebelum kembali ke Jepang di bulan Agustus nanti.

“Hal utama yang ia inginkan saat pulang adalah mengajak anjing saya berjalan-jalan. Dan menghemat uang untuk memulai petualangan baru,” ujarnya mengenai harapannya seperti dilansir Oddity Central.

Dia bahkan sudah punya tantangan dalam petualangan selanjutnya. “Tujuan saya berikutnya adalah berjalan dari ujung selatan Amerika Selatan ke Kutub Utara. Saya ingin berjalan di semua benua di bumi,” katanya.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 13 Juni 2013, in Dunia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: