Akibat Menolak diajak Sex Dengan Pria Tetangga, Wanita Ini Dibuang ke Sumur

Akibat Menolak diajak Sex Dengan Pria Tetangga, Wanita Ini Dibuang ke Sumurpalinganeh.com – Sungguh sial betul nasib wanita 32 ini, akibat menolak ajakan tetangga untuk berhubungan intim, wanita bernama Mutam warga Dusun Ambulung, Kecamatan Masalembu, Sumenep ini di aniaya oleh pria bejat 43, tubuhnya dilempar ke dalam sumur sedalam tiga meter di belakang rumahnya pada selasa, (9/7/2013). sehingga tubuh wanita ini mengalami luka-luka bahkan pingsan, dan kembali sadar setelah mendapatkan pertolongan dari warga terdekat,

Menurut pengajuan korban, peristiwa bermula saat korban mau buang air kecil ke kamar mandi yang terletak di belakang rumahnya, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat mau masuk kamar mandi, tiba–tiba ada orang yang memeluk tubuhnya dari belakang dan memaksa untuk berhubungan badan.

Korban yang sudah bersuami dan memiliki dua orang anak ini seketika berontak dan tidak mau melayani niat busuk pelaku. Dekapan lelaki berbadan tegap tersebut sempat membuat korban tidak bisa bernafas karena ditutup tangan pelaku. Namun korban tetap berontak dan berusaha melepaskan diri dari dekapan pelaku yang seperti orang kesetanan.

‘’Saya saat itu sudah berteriak minta tolong kepada warga tetapi karena kondisi hujan lebat sehingga teriakan minta tolong saya tidak didengar warga,’’ papar Mutam ketika melaporkan kejadian tersebut ke Seksi PPA BPKB, Sumenep, Selasa (9/7/2013).

Karena korban tidak bisa dipaksa melayani nafsu bejatnya dan khawatir teriakan korban terdengar tetangga serta suaminya, pelaku melempar tubuh korban ke dalam sumur yang ada di sekitar kamar mandi.

“Saat tubuh saya dilempar ke dalam sumur, saya tidak ingat apa–apa dan baru sadar setelah para tetangga dan suami saya mengangkat tubuh saya dari dalam sumur,” kisah Mutam.

Mendengar penuturan istrinya yang akan diperkosa dan dianiaya tetangganya, Samsul Bahri (40), suami korban, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat, dan petugas langsung menangkap pelaku.

‘’Anehnya polisi menilai belum cukup bukti karena tidak ada saksi pada saat kejadian. Pelaku dilepaskan dan hanya dikenakan wajib lapor seminggu sekali,’’ lanjutnya.

Merasa tidak puas dengan tindakan petugas kepolisian, korban bersama suaminya mengadukan persoalan tersebut ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB), serta Polres Sumenep.

Kepala Bidang PPA BPMKB Sumenep, Sri Nurhayati mengatakan, perbuatan pelaku sudah masuk perbuatan kriminal dan semestinya persoalan tersebut ditangani polisi dan diberikan sanki pidana.

‘’Akan segera kami tindak lanjuti laporan korban ke Polres Sumenep. Dan kami akan meminta polisi mengusut tuntas kasus ini hingga ke meja hijau,’’ papar Sri Nurhayati.

Samsul Bahri, suami korban, mengatakan, akan terus memperjuangkan kasus penganiayaan yang menimpa istrinya demi menjaga kehormatan dan harga diri keluarganya dan agar si pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Mengingat pelaku dikenal sudah beberapa kali menggangu istri orang

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 10 Juli 2013, in Kriminal and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: