Astaga… Bocah Ini disiksa di pukul dan dipaksa makan garam hingga tewas

Astaga...  Bocah Ini disiksa di pukul dan dipaksa makan garam hingga tewasDunia memang semakin hancur, binatang saja sayang terhadap anaknya walau hanya sementara, manusai yang memiliki hati kejam, terlebih terhadap sang anak sendiri, ini sudah lebih kejam dari iblis, lebih jahat buas dari binatang, itulah yang dilekukan seorang ibu dan bapak dari bocah yang di siksanya hingga akhirnya tewas,

Bocah berusia 4 tahun ini di siksa secara keji oleh ke dua orang tuanya, ia di siksa tidak di beri makan, di pukul, dan di cekoki garam hingga bocah ini menemui ajal, Ya allah… ampunilah dosa bocah itu, berilah dia tempat yang indah, dan berilah azab yang amat pedih kedapa ke dua orang tuanya yang berhari iblis itu, amin….

Se orang suami istri warga Polandia, Magdelena Luczak dan Mariusz Krezolek, tega menyiksa anak kandungnya sendiri bocah bernama Daniel Pelka itu di siksa selama enam bulan, di pukul, tak di beri makan, malah di cekoki garam hingga bocah bernasib malang itu meninggal dunia, akibat prilaku buruk dan kejam itu ke dua orang tua bocah itu harus menerima hukuman seumur hidup oleh pengadilan Birmingham,

“Kasus ini sangat mengejutkan dan mengerikan, tidak bisa dibayangkan aksi kekejaman dan brutal seperti ini terjadi,” kata hakim Laura Cox yang tidak kuat menahan air matanya.

Menurut laporan pengadilan, keduanya datang dari Polandia ke Inggris pada tahun 2006. Krezolek adalah ayah tiri Daniel, dia pernah dipenjara tiga kali di Polandia. Kedua pasangan Luczak, 27 dan Krezolek, 34, dikenal sebagai pemadat dan pecandu minuman keras.

Daniel digambarkan sebagai anak yang sehat dan ceria saat mulai bersekolah di kota Coventri pada September 2011. Dia meninggal pada Maret 2012, petugas menggambarkan sosoknya yang mengerikan saat ditemukan tewas mirip orang yang gagal bertahan di kamp konsentrasi.

Enam bulan sebelum kematiannya, Daniel kerap jadi sasaran tinju dan kemarahan pasangan itu, tanpa alasan yang jelas. Dia juga kerap dihukum dengan direndam di air dingin hingga tidak sadarkan diri, berdasarkan kesaksian kakak perempuannya yang baru berusia enam tahun.

Dia juga dibiarkan kelaparan, ditempatkan di ruangan sempit. Tuas pintu sengaja dilepas agar bocah pirang itu tidak bisa kabur. Kakaknya sering menyelinapkan makanan ke “ruang tahanan” Daniel. Pasalnya, saat di sekolah bocah itu sering mengambil makanan temannya atau sisa makanan di tempat sampah.

Dia hanya dicekoki dengan garam jika lapar. Seringkali dia muntah-muntah saat diberi garam. Menurut hakim, Daniel tewas setelah dipukuli oleh Krezolek, sesaat setelah bocah nahas itu direndam di air dingin dan diberi makan garam.

Tidak sadarkan diri, pasangan durjana ini sempat mencari solusi di internet untuk menyembuhkan luka anaknya tersebut. Akhirnya, mereka menyerah dan memanggil ambulans, 33 jam setelah kematiannya.

Laporan otopsi menunjukkan, ada 23 luka dalam tubuh bocah kurus kering itu.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Posted on 3 Agustus 2013, in Kriminal and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: